Surabaya — Perkembangan teknologi digital mendorong industri manufaktur Indonesia menuju sistem produksi yang lebih modern. Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robotika, dan otomatisasi mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional.
Dalam konsep Smart Manufacturing, AI dapat membantu memantau kondisi mesin, mendeteksi kesalahan produksi, dan memprediksi kebutuhan perawatan. Sementara itu, robot industri membantu mempercepat pekerjaan yang berulang sehingga proses produksi menjadi lebih efektif.
Selain di pabrik, teknologi digital juga berperan dalam pengelolaan persediaan dan rantai pasok. Sistem pemantauan otomatis memungkinkan perusahaan mengelola pergerakan barang serta mengurangi potensi keterlambatan distribusi.
Namun, penerapan teknologi ini masih menghadapi tantangan, seperti biaya investasi, kesiapan infrastruktur, dan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital.
Perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya peran Teknik Industri dalam dunia manufaktur modern. Melalui pemahaman tentang sistem produksi, manajemen operasional, dan pengendalian kualitas, lulusan Teknik Industri dapat membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan teknologi.
Dengan menggabungkan kemampuan manusia dan teknologi, industri manufaktur diharapkan mampu menghasilkan proses produksi yang lebih efisien, berkualitas, dan kompetitif.

