Critical Eleven, Periode Genting Rawan Kecelakaan Pesawat
Blog
11 January 2021

Critical Eleven, Periode Genting Rawan Kecelakaan Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat yang dikenal dengan istilah Plus Three Minus Eight atau critical eleven merupakan momen kritis dalam penerbangan pesawat. Pada kisaran momen itu Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1).


SJ 182 yang dijadwalkan menuju Pontianak, Kalimantan Barat, diketahui hilang kontak beberapa menit usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Kementerian Perhubungan menjelaskan SJ 182 lepas landas pada pukul 14.36 WIB, lalu pada pukul 14.37 pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki. Pesawat kemudian hilang kontak pada 14.40 WIB.

SJ 182 dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. Penerbangan ini membawa 62 orang, 50 di antaranya penumpang dan 12 kru.

Hingga kini tim SAR masih melakukan pencarian puing-puing pesawat dan korban kejadian tersebut. Sinyal black box telah ditemukan dan ditandai, penemuan alat ini bisa mengungkap misteri penyebab jatuhnya SJ 182.

Melansir Art of Manliness, berdasarkan investigasi kecelakaan di seluruh dunia, hampir 80 persen kecelakaan pesawat terjadi pada momen Plus Three Minus Eight. Di luar periode itu potensi kecelakaan dikatakan turun drastis.

Melansir ABC News, penulis buku 'The Survivors Club - The Secrets and Science That Could Save Your Life' dan presiden ABC News, Ben Sherwood, menjelaskan, ada sejumlah langkah yang perlu diperhatikan penumpang pada Plus Three Minus Eight.

Pertama, semua orang di dalam pesawat tidak boleh tidur. Gunakan sepatu alas rata ketika naik pesawat agar tidak kesulitan berlari untuk menyelamatkan diri dalam kondisi darurat.

Selanjutnya, pastikan sabuk pengaman terpasang dengan erat dan tetap berada di kursi selama 11 menit itu. Sherwood menyebut semua penumpang juga tidak diminta santai dan tidak paranoid selama waktu tersebut.

Melansir griffithinjurylaw, lepas landas dan pendaratan sangat berbahaya bagi penumpang dan awak kabin. Karena kemungkinan besar kecelakaan terjadi selama beberapa menit pertama dan terakhir penerbangan menjelang pendaratan.

Kecelakaan Fatal Pesawat

Sebuah studi yang dirilis Boeing menemukan bahwa 48 persen dari semua kecelakaan fatal di seluruh dunia antara 2007 dan 2016 terjadi selama pesawat menurunkan ketinggian (descent) menuju pendaratan.

Walau proses descent dan pendaratan hanya mewakili lima persen dari seluruh penerbangan, momen ini disebut sebagai waktu paling berbahaya dalam penerbangan komersial.

Tahap penerbangan paling berbahaya kedua adalah selama lepas landas dan pendakian awal. Meskipun hanya bertanggung jawab atas 13 persen dari insiden, pada fase itu pesawat melaju dengan cepat di dekat awak darat, pesawat lain, dan sedang melawan angin.

Ada banyak manuver yang perlu dilakukan untuk membawa pesawat ke ketinggian jelajah. Kesalahan kecil dapat menyebabkan kerusakan serius.

Pada proses lepas landas dan mendarat, ada berbagai penyebab umum kecelakaan. Pertama, tabrakan dengan awak darat atau kendaraan yang tidak diizinkan untuk melintasi di landasan.

Kedua, kondisi cuaca yang buruk dapat membuat pilot lebih sulit untuk mengontrol kecepatan atau menjaga ketinggian pesawat saat berada dekat tanah.

Ketiga, tabrakan pesawat dapat terjadi selama taxi atau berkendara di lintasan, dari jarak pandang yang buruk saat turun, atau jika dua pesawat diarahkan ke landasan yang sama selama lepas landas dan mendarat.

Pada sisi lain, ada sejumlah pihak yang bisa dianggap bertanggungjawab dalam sebuah kecelakaan, yakni pilot, produsen pesawat terbang, mekanik atau kru pemeliharaan, dan dan pengatur lalu lintas.

Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah saat ini tidak hanya ingin keluar dari krisis melainkan juga melakukan lompatan besar pascakrisis.

Baca Selengkapnya
Jokowi Usai Divaksin Corona: Enggak Terasa Sama Sekali

Jokowi Usai Divaksin Corona: Enggak Terasa Sama Sekali

Presiden Jokowi akhirnya sudah resmi divaksin corona Sinovac. Jokowi disuntik vaksin corona di Istana Merdeka, Rabu (13/1).

Baca Selengkapnya
Saham Emiten Eddy Sariaatmadja Dipecah 1:10, Ini Jadwalnya

Saham Emiten Eddy Sariaatmadja Dipecah 1:10, Ini Jadwalnya

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham emiten media Grup Emtek, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) telah menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham perseroan dengan rasio 1:10.

Baca Selengkapnya
Menanti Jokowi Disuntik Vaksin Corona Sinovac

Menanti Jokowi Disuntik Vaksin Corona Sinovac

Presiden Jokowi mengumumkan dirinya akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin corona sebelum diberikan ke masyarakat. Jokowi ingin membuktikan vaksin yang disediakan pemerintah aman dan berkhasiat.

Baca Selengkapnya
Rencana Peraturan Saat Libutran Natal dan Tahun Baru

Rencana Peraturan Saat Libutran Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, KOMPAS.TV - Jelang libur panjang natal dan tahun baru, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan sejumlah kebijakan, untuk menekan potensi penyebaran covid-19

Baca Selengkapnya
DPR Respons RI Transisi 5G: Jangan Jadi Pasar Saja

DPR Respons RI Transisi 5G: Jangan Jadi Pasar Saja

Jakarta, CNN Indonesia -- Teknologi 5G dan di atasnya susah menjadi wajah negara-negara maju dalam hal percepatan konektivitas. Indonesia sendiri menghadapi transisi digitalisasi 5G.

Baca Selengkapnya
Lihat Semua Blog
Icon