Surabaya — Pernah merasa nyaman menggunakan sebuah aplikasi karena tampilannya sederhana dan mudah dipahami? Hal tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Di balik aplikasi yang mudah digunakan, terdapat proses perancangan UI (User Interface) dan UX (User Experience) yang berfokus pada kebutuhan pengguna.
UI merupakan bagian visual yang berinteraksi langsung dengan pengguna, seperti warna, ikon, tombol, tipografi, dan tata letak. Sementara itu, UX berkaitan dengan keseluruhan pengalaman pengguna ketika menggunakan suatu produk digital, mulai dari kemudahan navigasi hingga kecepatan menyelesaikan suatu aktivitas.
Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi. Aplikasi dengan tampilan menarik belum tentu nyaman digunakan apabila navigasinya membingungkan. Sebaliknya, aplikasi dengan fungsi lengkap juga dapat terasa kurang menarik jika desain visualnya tidak tertata dengan baik.
Dalam proses perancangannya, desainer perlu memahami kebiasaan dan kebutuhan target pengguna. Salah satu caranya adalah melalui riset pengguna, pembuatan wireframe, hingga pengujian prototipe sebelum aplikasi dikembangkan.
Seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, UI/UX menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan produk. Desain yang baik bukan hanya tentang menciptakan tampilan yang menarik, tetapi juga membuat teknologi lebih mudah dipahami dan digunakan oleh banyak orang.

